Menikmati Keindahan Dieng Plateau Banjarnegara

Pada pertengahan bulan Juli tahun 2018 kemarin saya diajak saudara untuk bersilaturahmi ke Wonosobo. Awal mulanya saudara saya hanya mengajak untuk bersilaturahmi.

Namun setelah tahu kalau disana ada obyek wisata alam gunung Dieng, kami berencana mengunjungi wisata alam tersebut untuk menikmati udara pegunungan Wonosobo.

Dataran tinggi Dieng atau Dieng plateu merupakan sebuah kawasan pegunungan di Jawa Tengah. Secara administratif masuk dalam dua kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Banyak pemandangan atau pun wisata yang dapat dijumpai disana, salah satu nya yang saya jumpai gunung Dieng.

Menurut sumber dari wikipedia, dataran tinggi Dieng merupakan sebuah kawasan vulkanik aktif, dan dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa yang memiliki beberapa puncak dan kawah.

 

Dari Wonosobo Menuju Banjarnegara

mistertoyyib.com

Seperti yang saya ceritakan diatas, saya silaturahmi berkunjung ke rumah saudara, kemudian lanjut untuk wisata ke gunung Dieng, pada awalnya tidak ada rencana untuk berwisata. Namun karena sudah ada di depan mata, saya dan keluarga menyempatkan untuk berwisata ke Dieng.

Suhu di Wonosobo yang dingin, semakin membuat saya penasaran dengan udara dingin yang ada di puncak Dieng. Pada saat musim kemarau seperti ini katanya pas banget untuk merasakan dinginnya di puncak Dieng.

Perjalanan dari rumah saudara saya di Wonosobo menuju ke puncak Dieng Banjarnegara berjarak sekitar 24 km, dengan mobil panther saya dan keluarga beranjak menuju ke puncak Dieng tepatnya di kawah sikidang.

Di jalan pegunungan yang menanjak, belokan dan turunan tajam membuat jiwa balap saya menjadi tertantang karena sebelumnya saya jarang, bahkan hampir tidak pernah melewati jalan pegunungan yang seperti ini.

Kawah Sikidang

mistertoyyib.com

Seperti yang sudah saya jelaskan di awalartikel bahwa, kawasan wisata Dieng ini sebenarnya adalah gunung apiu raksasa yang masih terdapat aktivitas vulkanik di dalamnya.

Salah satu tanda aktivitas vulkanik ini adalah terdapatnya beberapa kawah yang terdapat di kawasan Dieng. Salah satunya yaitu kawah sikidang yang kami kunjungi ini, infonya kawah ini memiliki luas sekitar 200 m2.

Serta terdapat pada tanah yang datar, sehingga pengunjung dapat dengan jelas melihat gumpalan-gumpalan asap yang keluar dari kawah ini.

Setelah sampai di kawah sikidang, saya dan keluarga masuk ke dalam area wisata. Dengan membayar tiket masuk perorang membayar 15.000 rupiah. Saya merasakan sangat senang dapat berkunjung ke tempat yang belum pernah saya jumpai, apalagi untuk wisata kali ini yang berada di ketinggian 2.093 mdpl.

Berjalan kaki mengelilingi wisata, dengan menikmati pemandangan, mengagumi atas keindahan ciptaan Allah. Tak hanya berjalan dan menikmati suasananya, tidak lupa untuk mencari momen, dengan foto-foto bersama keluarga.

Candi Arjuna

obyekwisatadieng.com

Selain dikenal dengan wisata alamnya yang indah, kawasan Dieng plateu juga terdapat wisata budaya berupa candi, candi yang terdapat di Dieng adalah Candi Arjuna.

Sebenarnya di lokasi ini tidak hanya Candi Arjuna saja, namun juga terdapat banyak Candi lainnya seperti Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembrada. Sehingga kompleks ini dikenal dengan kompleks percandian Arjuna.

Di kompleks candi ini saya mengunjungi semua bangunan candi, sambil melihat suasana kebun di samping kompleks candi yang sedang ada orang panen kentang.

Berkunjung ke kompleks Candi Arjuna kami tidak menenmukan arca yang biasanya menghiasa bangunan candi. Kami hanya melihat ruang-ruang kosong yang biasanya dijadikan tempat meletakkan arca.

Beritanya sebagian besar arca yang berasal dari kompleks candi ini disimpan di Museum Kailasa, yang letaknya tidak jauh dari kompleks candi. Sementara sebagian lain sudah hilang.

Candi Arjuna, sebagai candi utama di kompleks ini juga diperkirakan sebagai candi tertua, diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno.

Dieng Culture Festival

ngetripmulu.com

Ketika saya ke kompleks candi, sedang ada perbaikan pada salah satu bangunan candi. Dan juga sedang di bangun semacam panggung dalam hati saya berfikir mungkin akan ada acara pada bulan Agustus besok.

Ternyata setelah saya menanyakan kepada warga setempat tentang panggung itu, disitu akan diadakan suatu acara yaitu Dieng Culture Festival.

DCF (Dieng Culture Festival) yang di selenggarakan pada tanggal 3-5 Agustus tersebut adalah suatu kegiatan rutinan warga setempat dengan cara kirab tumpeng mengelilingi desa dan memakannya bersama sebagai wujud rasa syukur mereka.

Perjalanan Pulang

kumparan.com

Setelah puas jalan-jalan dan kakipun sudah terasa lelah, kami sekeluarga mulai turun dari kawasan wisata Dieng plateau.

Kembali disini saya sebagai sopir harus berhati-hati dan berkonsentrasi dalam perjalanan turun. Jika saya lalai atau mengantuk sedikit saja maka akan fatal akibatnya.

Sedikit ilmu yang ingin saya berikan kepada pembaca semua, yang menggunakan mobil manual untuk menaiki jalan pegunungan dan menuruninya.

Pertama, ketika melewati jalan menanjak gunakan posisi gigi rendah atau 1. kebiasaan menggunakan setengah kopling, memiliki dampak buruk. Lebih baik pengendara memainkan hand rem agar mobil tak melorot.

Contohnya ketika di tanjakan terjadi kemacetan jangan menggantunkan kopling manualnya (setengah kopling diinjak) hal ini akan mengakibatkan koplingnya selip  dan berbau gosong.

Kedua, ketika jalan menurun kita sebagai pengendara bisa memposisikan gigi pada 2 atau 1 agar ada tambahan engine brake (pengereman mesin) untuk membantu deselerasi.

Disini banyak pengendara yang salah dalam memposisikan transmisi ke netral untuk mengejar efisiensi. Padahal itu kebiasaan yang sangat berbahaya, karena terlalu banyak memainkan rem pada saat turunan dapat membakar kampas rem.

Kentang Sebagai Oleh-Oleh

penginapandieng.net

Selain terkenal dengan pemandangannya yang indah dan unik, kawasan dataran tinggi Dieng juga terkenal dengan hasil pertanian dan agrowisata yang menarik.

Tempat wisata Dieng berupa dataran tinggi Dieng terkenal dengan penghasil kentang di Jawa Tengah.

Saya sekeluarga membeli kentang yang banyak dijual di perjalanan kami pulang, selain banyak pilihan yang bisa kita pilih, faktor harga juga menjadi daya tarik tersendiri bagi kami, untuk memborong kentang sebagai oleh-oleh orang yang di rumah.

Kentang hasil dari kawasan Dieng ini telah dinikmati di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu di Dieng juga terkenal sebagai penghasil Purwaceng dan Carica yang sudah terkenal di mana saja.

Obat Herbal Purwaceng dan Minuman Carica Dieng

mistertoyyib.com

Sebagai pengingat, Purwaceng merupakan tumbuhan semacam semak yang dijadikan sebagai obat herbal yang berkhasiat untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

Sedangkan Carica merupakan tanaman endemis di Dieng yang buahnya menyerupai pepaya, namun memiliki tekstur yang lebih kenyal, sehingga sangat enak jika dijadikan sebagai manisan dan bahan campuran minuman.

travelingyuk.com

Banyak teman-teman dan saudara di rumah yang pesan carica kepada saya, dan sayapun juga belum pernah mencoba minuman tersebut.

Kami membeli oleh-oleh carica diperjalanan pulang dengan harga satu kardus kecil 10.000 rupiah di dalam berisi carica sebanyak 5 gelas kecil. Karena banyak pesanan saya membeli 50 kardus sebagai oleh-oleh.

Please follow and like us:

Kepoin yukk!!