Penyebab Pencemaran Air Sungai Serta Dampaknya

Pencemaran sungai – Sungai termasuk bagian penting dari kehidupan manusia. Bahkan peradaban manusia pada zaman dahulu juga dimulai dari daerah yang dekat dengan sungai. Sejak zaman dahulu hingga sekarang, manusia banyak memanfaatkan air sungai untuk berbagai macam keperluan. Seperti untuk mandi, mencuci atau sebagai sanitasi.

Di dalam sungai juga terdapat banyak sekali macam-macam ikan yang dapat dikonsumsi manusia, untuk memenuhi gizi yang dibutuhkan manusia.

Namun beberapa tahun belakangan ini tampaknya air sungai sudah tak jernih lagi. Tidak hanya keruh dan berwana coklat bahkan sampai berwarna hitam pekat, dan sering kali berbau tidak sedap. Perubahan warna dan bau air sungai tersebut disebabkan oleh polutan atau zat-zat kimia yang mencemari sungai.

Tidak sedikit industri-industri di negara kita yang membuang limbahnya di sungai. Masyarakat yang tidak memiliki kesadaran akan menjaga dan melestarikan lingkungan juga sering membuang sampah di sungai. Seakan-akan sungai adalah tempat sampah raksasa.

Pada artikel saya kali ini akan mengulas tentang pencemaran sungai yang terjadi di sekitar kita. Hingga menjadi salah satu faktor Penyebab Pemanasan Global di zaman sekarang.

Pencemaran Sungai

pencemaran sungai
pixabay.com

Saat ini air sungai sudah tidak dapat digunakan untuk berbagai keperluan kita lagi. hal tersebut disebabkan oleh  kandungan di dalam air sungai yang sudah tidak sehat lagi. Pencemaran sungai banyak disebabkan oleh kebiasaan dan kelalaian manusia sendiri. Berikut ini adalah penjelasan dari beberapa penyebab pencemaran sungai di Indonesia :

Limbah rumah tangga

Sesuai dengan bunyi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 173/Menkes/Per/VIII/77 Pasal 1 Bab 1.

Limbah rumah tangga yang dimaksud di sini tidak hanya limbah yang dihasilkan oleh aktivitas keluarga di rumah. Melainkan juga termasuk limbah rumah makan, perkantoran, pasar, pertokoan dan rumah sakit.

Limbah rumah tangga tersebut bisa berupa sisa konsumsi makanan sehari-hari, air bekas untuk mencuci, mandi ataupun air bekas sanitasi. Semua limbah tersebut dialirkan melalui pipa-pipa dan semua akan berakhir di sungai.

Pencemaran sungai itu akan ditandai dengan tingginya mikroba-mikroba berbahaya yang terkandung di dalam air sungai. Semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia pasti juga akan mempengaruhi banyaknya limbah yang dihasilkan. Banyaknya limbah rumah tangga yang mengalir ke sungai maka air sungaipun akan semakin tercemar.

Limbah pertanian

pencemaran sungai
pixabay.com

Pada daerah pedesaan yang banyak pertanian ketika musim hama, para petani biasa menggunakan insektisida untuk melindungi tanaman komoditi pertanian. Penggunaan beberapa jenis insektisida seperti dichloro diphenil trichonetan (DDT) yang terlalu berlebih akan menyebabkan pencemaran air.

Apabila limbah pertanian tersebut tidak diolah tapi langsung di buang ke sungai maka akan menjadikan pencemaran sungai. Karena limbah pertanian tersebut air sungai menjadi kekurangan oksigen, dan pada akhirnya akan mempengaruhi ekosistem yang ada di sungai.

Pemukiman di pinggir sungai

pencemaran sungai
pixabay.com

Pada kota besar seperti DKI Jakarta yang menjadi tujuan urbanisasi. Banyak warga di sana yang tidak mendapatkan lahan pemukiman. Warga yang tidak mempunyai tempat tinggal tersebut akhirnya membuat rumah semi permanen di mana saja. Salah satunya adalah lahan tepi sungai.

Lahan di sepanjang tepi sungai yang ada di kota-kota padat penduduk telah berubah menjadi pemukiman kumuh.

Warga yang menempati pemukiman kumuh tersebut biasanya memiliki kebiasaan buruk, yaitu membuang apa saja yang telah tidak terpakai ke dalam sungai. Rumah mereka yang berada tepat di tepi sungai membuat limbah apa saja yang mereka hasilkan akan langsung dibuang ke sungai.

Akibatnya sungai menjadi penuh dengan sampah dan kemudian akan mengalami pendangkalan. Bila sudah seperti itu, sungai dangkal yang tercemar itu akan mengakibatkan bencana banjir waktu musim penghujan. Banjir tersebut juga membawa bakteri-bakteri berbahaya yang akan menimbulkan macam-macam penyakit.

Limbah industri

pencemaran sungai
pixabay.com

Berkembangnya industri di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnya limbah yang dihasilkan oleh proses produksinya. Masalahnya, limbah industri di Indonesia tidak di tangani dengan tepat.

Masih banyak industri yang tidak mempedulikan limbah yang mereka hasilkan. Industri-industri nakal  yang tidak mengelola limbahnya dengan baik, mereka langsung membuang begitu saja di aliran sungai. Padahal bukan tidak mungkin limbah tersebut mengandung banyak senyawa-senyawa berbahaya.

Banyak senyawa berbahaya sisa dari kegiatan industri yang akan tercampur dengan air sungai, serta menyebabkan pencemaran sungai. Perubahan warna dan bau yang menyengat pada air sungai juga disebabkan oleh senyawa berbahay tersebut.

Salah satu contoh limbah industri adalah cairan yang banyak mengandung minyak, sedangkan minyak tidak akan larut ke dalam air. Keberadaan minyak dan limbah industri lainnya juga akan mengancam kehidupan ikan dan biota air sungai lainnya.

Erupsi gunung berapi

Perlu kita ketatahui bahwa di negara kita masih terdapat banyak sekali gunung berapi yang masih aktif. Material-material hasil erupsi gunung berapi tersebut berupa bongkahan batu, kerikil dan pasir. Biasanya akan terbawa oleh aliran sungai yang berada di sekitar gunung ketika terjadi hujan.

Kejadian itu dapat menyebabkan banjir bandang yang mana bisa dilihat airnya sangat keruh dan berlumpur. Batu-batuan hasil erupsi tersebut juga mempengaruhi kecepatan aliran air sungai dan membuat sungai semakin dangkal.

Pencemaran yang disebabkan erupsi gunung berapi ini dapat ditandai dengan keruhnya air sungai. Sehingga sinar matahari pada siang hari tidak dapat menembus ke dasar sungai. Padahal sinar matahari tersebut dibutuhkan oleh ekosistem yang ada di sungai.

Lumut pada dasar sungai tidak akan tumbuh jika tidak terkena sinar matahari. Padahal lumut-lumut tersebut berfungsi untuk membersihkan sungai secara alami. Jika lumut tidak tumbuh, maka bisa di pastikan sungai akan sangat mudah kotor dan tercemar.

Dampak Pencemaran Air Sungai

pencemaran sungai
pixabay.com

Pencemaran sungai sangat berdampak besar bagi kehidupan manusia, bahkan keseimbangan ekosistem yang ada di sungai juga akan terganggu.

Dampak yang terjadi akibat pencemaran air sungai yaitu :

  • Sering terjadi banjir air sungai.
  • Timbul beberapa macam penyakit dari mikroba pathogen.
  • Sungai menjadi kumuh dan tidak indah dipandang.
  • Ketersediaan air bersih semakin sedikit.
  • Air sungai kekurangan oksigen sehingga mengancam kehidupan ikan-ikan di dalamnya.
  • Reaksi kimia dalam air sungai menjadi semakin cepat.
  • Produktivitas tanaman di dekat sungai menjadi terganggu.

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai penyebab serta dampak dari pencemaran sungai. Dibutuhkan kesadaran kita untuk melakukan kegiatan dalam rangka mengatasi dampak pencemaran sungai tersebut. Berikut ini adalah cara untuk mengatasi pencemaran sungai.

  • Memberikan pendidikan atau pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya sungai dan cara melindunginya.
  • Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat sungai di sekitar pemukiman.
  • Tidak membuang sampah atau limbah apapun di sungai.
  • Menanam pohon di tepi sungai yang masih ada lahan kosong agar tidak terjadi erosi sungai.
  • Merehabilitasi sungai yang tercemar dengan cara membersihkan sampah yang ada di sungai secara berkelanjutan.
  • Membuat peraturan yang jelas tentang pelanggaran membuang sampah dan limbah di sungai serta tegas menindak pelakunya.

 

Demikian artikel kami tentang penyebab pencemaran sungai, dampak serta cara mengatasinya, semoga banyak bermanfaat bagi hidup dan lingkungan kita.

One Comment

Kepoin yukk!!