Pengertian Demokrasi, Sejarah ,Prinsip dan Ciri – Ciri Demokrasi

Pengertian Demokrasi – Istilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM yaitu demokratia. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata yaitu demos (rakyat), dan kratos/cratein (pemerintahan). Sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat atau lebih kita kenal saat ini sebagai pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat.

Secara umum pengertian demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memberikan kesempatan kepada seluruh warga negara dalam mengambil keputusan. Serta keputusan tersebut akan berdampak bagi kehidupan seluruh rakyat.

Sistem pemerintahan yang dimaksudkan ini, mengizinkan seluruh warga negara untuk  aktif berpartisipasi. Masing-masing ahli mempunyai penafsiran tersendiri terhadap pengertian demokrasi meskipun berlabuh pada tujuan yang sama.

Menurut Abraham Lincoln demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang dirancang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sedangkan menurut Charles Costello, demokrasi termasuk dalam sistem sosial dan politik, yang membatasi kekuasaan pemerintah menggunakan hukum demi melindungi hak-hak seluruh warga negara.

Sejarah Demokrasi

Dalam sejarahnya sistem demokrasi telah mulai diterapkan sejak zaman Yunani kuno. Dengan sistem tersebut, maka rakyat dapat langsung terlibat dalam pengambilan keputusan sebuah negara.

Jadi, seluruh perkara kenegaraan harus dibicarakan langsung dengan rakyat. Pada zaman tersebut mengusung sistem demokrasi murni atau demokrasi langsung.

Namun dengan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas serta jumlah penduduk hingga ±250 juta jiwa, sistem tersebut sudah tidak relevan untuk diterapkan. Rakyat tidak mungkin terlibat langsung dalam setiap keputusan pemerintah.

Oleh karena itu, sekarang di Indonesia telah terbentuk Dewan Perwakilan Rakyat. Dengan adanya Dewan Perwakilan Rakyat tersebut berfungsi sebagai perpanjangan tangan dari aspirasi rakyat. Kondisi tersebut menyebabkan adanya istilah demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan.

Sejarah sistem demokrasi di Indonesia cukup panjang, Indonesia pernah menerapkan sistem demokrasi terpimpin di era pemerintahan Presiden Soekarno. Pada masa pemerintahan Soeharto Indonesia mulai mengusung sistem demokrasi pancasila hingga era reformasi.

Sejarah demokrasi ini harus dipahami oleh setiap warga negara Indonesia. Pada era reformasi saat ini Indonesia mulai menuju pada arti demokrasi yang sebenarnya. Hal tersebut telah terlihat karena sudah bisa melangsungkan pemilihan presiden, anggota legislatif, dan kepala daerah secara langsung.

Sistem pemerintahan di Indonesia semakin adil dan dapat dirasakan oleh rakyat setelah penerapan demokrasi sekarang ini. Perubahan status wilayah dan pemekaran daerah juga di berikan oleh pemerintah pusat, demi menjawab seluruh keinginan dan aspirasi rakyat.

Harapannya adalah keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh setiap warga Indonesia.

Prinsip Demokrasi

pengertian demokrasi
pixabay.com

Sistem pemerintahan demokrasi memiliki beberapa prinsip, yaitu sebagai berikut :

Negara Berdasarkan Konstitusi

Prinsip ini berkaitan dengan UUD atau semua hukum yang telah ditetapkan. Konstitusi ini dijadikan sebagai landasan dalam berbangsa dan bernegara, yang berfungsi untuk pembatas kewenangan pemerintah dan dapat memenuhi hak rakyat. Jika seperti itu maka rakyat tidak mendapatkan perlakuan sewenang-wenang dari penguasa.

Peradilan Tidak Memihak dan Bebas

Dalam peradilan, tidak dapat ada campur tangan pemerintah karena sistem pemerintahan menggunakan peradilan bebas. Netralitas sangat diperlukan dalam peradilan ini agar dapat melihat permasalahan dengan tepat dan jernih. Dengan begitu hakim dapat bekerja dengan baik dan adil dalam menentukan keputusan yang di tanganinya.

Kebebasan Berpendapat dan Berserikat

Setiap warga negara mempunyai hak dan bebas untuk membentuk organisasi atau berserikat. Sekaligus juga tidak membatasi kebebasan tiap warga untuk mengeluarkan pendapat, tentunya pendapat itu harus disampaikan dengan bijak.

Pergantian Pemerintahan Secara Berkala

Adanya pergantian pemerintahan dengan berkala bertujuan agar kekuasaan tidak disalah gunakan. Hal tersebut dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya praktek KKN. Pemilihan umum harus dilakukan secara jujur adil dan transparan, dengan tujuan mendapatkan pemimpin yang dapat diandalkan.

Kedudukan Hukum yang Sama Atas Setiap Rakyat dimata Hukum

Setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama dimata hukum tanpa pandang bulu. Maka setiap pelanggaran hukum harus mendapat hukuman tegas, karena kebenaran dan keadilan tidak akan tercipta tanpa penegakan hukum.

Jaminan Atas Hak Asasi Manusia

Sistem demokrasi yang diterapkan harus bersama dengan jaminan perlindungan HAM. Negara harus menghargai dan melindungi HAM dikarenakan hak dasar ini adalah hak setiap manusia. Negara dipastikan tidak pernah melakukan pelanggaran HAM.

Kebebasan Pers

Dengan kebebasan pers warga negara dapat menyalurkan aspirasi, kritik dan saran kepada pemerintah sebagai pemuat kebijakan publik. Fungsi Kebebasan pers yang lainnya adalah sebagai sarana sosialisasi semua program pemerintah.

Ciri-Ciri Demokrasi

pengertian demokrasi
pixabay.com

Sebuah negara dikatakan telah menerapkan sistem demokrasi jika berbagai ciri-ciri demokrasi ini telah diusung. Di bawah ini sejumlah ciri-ciri demokrasi yang dapat diperhatikan.

  • Seluruh Keputusan Ditetapkan oleh Pemerintah
  • Menerapkan CIri Konstitusional
  • Mempunyai Perwakilan Rakyat
  • Menyelenggarakan Pemilihan Umum
  • Terdapat Sistem Kepartaian

Bentuk-Bentuk Demokrasi

Demokrasi terdiri dari berbagai macam bentuk yang dikategorikan atas berbagai sudut pandang. Berbagai bentuk demokrasi dalam sistem pemerintahan yakni sebagai berikut :

Demokrasi Parlementer

Sistem demokrasi parlementer yang dianut oleh suatu negara biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Kekuasaan legislatif secara berkelanjutan dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
  • Dewan Perwakilan Rakyat bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap semua kebijakan pemerintah serta jalannya pemerintahan tersebut.
  • Melalui mosi tidak percaya, Dewan Perwakilan Rakyat dapat menjatuhkan pemerintahan kapan saja.

Negara Inggris sebagai contoh negara yang menganut sistem demokrasi parlementer ini.

Demokrasi Sistem Presidensial

Demokrasi dengan sistem presidensial ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Adanya pemisahan kekuasaan secara tegas antara kekuasaan Eksekutif (pemerintah), Legislatif (DPR), serta kekuasaan Yudikatif (peradilan).
  • Pemilihan presiden yang dilakukan secara langsung oleh rakyat.

Amerika Serikat merupakan negara yang menganut demokrasi sistem presidensial ini.

Demokrasi Rakyat

Sistem demokrasi rakyat seperti ini diterapkan di Republik Rakyat Cina (RRC). beberapa ciri-ciri dari demokrasi rakyat adalah :

  • Kekuasaan berada di tangan sebagian kecil pemimpin partai politik, sehingga lembaga-lembaga demokrasi yang ada tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
  • Rakyat tidak mempunyai hak-hak seperti dalam sistem demokrasi pada umumnya.

Demokrasi Pancasila

Negara Indonesia merupakan negara penganut sistem demokrasi pancasila, dimana dalam sistem demokrasi pancasila memiliki beberapa ciri sebagai berikut :

  • Sistem pemerintahan ini berpedoman kepada tujuh kunci sistem pemerintahan, yaitu :
    * Negara Indonesia merupakan negara yang berdasarkan kepada hukum.
    * Bersistem Konstitusional.
    * Kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat.
    * Presiden tidak bertanggung jawab atas DPR.
    * Presiden merupakan penyelenggara pemerintahan yang tertinggi di bawah MPR.
    * Menteri-menteri negara adalah pembantu bagi presiden, dan tidak bertanggung jawab atas DPR.
    * Kekuasaan kepala negara bukan tidak terbatas.
  • Adanya unsur musyawarah untuk tercapainya kata mufakat.

One Comment

Kepoin yukk!!